Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 07 Mei 2011

LAPORAN STUDI KASUS


STUDI KASUS DAN SURVEY BK

 Didalam KBBI. Kasus diartikan sebagai suatu soal atau perkara atau keadaan sebenarnya suatu urusan atau perkara.
Apabila istilah kasus dihubungkan dengan seseorang, berarti pada orang yang dimaksud terdapat “soal” atau “perkara tertentu”. Dalam pembicaraan tentang kasus Pak Amrosade misalnya, dibahas tentang soal. Soal ataupun perkara-perkara Pak Ambrosade terkait: perbuatan-perbuatan apa saja yang telah dilakukan oleh Pak Amrosade sehingga ia terlibat dalam perkara yang sedang diusut.
Pembicaraan tentang “kasus pak Ambrosade” tampaknya menjurus kepada hal-hal yang negatif, berbau kriminal ataupun urusan perdata yang harus diselesaikan melalui hukum. Bahkan perkara-perkara yang melibatkan pak Amrosade tampaknya berbau urusan yang perlu ditangani oleh polisi ataupun oleh pihak-pihak yang berwajib lainnya. Misalnya kasus penyelewengan dan perampokan, pelantaran, fitnah dan sebagainya.
Dalam BK pemakaian kata “kasus” tidak menjurus kepada pengertian-pengertian tentang soal-soal ataupun perkara-perkara yang berkaitan dengan urusan kriminal atau perdata, urusan hukum ataupun polisi, atau urusan yang bersangkut paut dengan pihak-pihak yang berwajib. Kata “kasus” dalam BK dipakai untuk menunjukkan bahwa “ada sesuatu permasalahan tertentu pada diri seseorang yang perlu mendapat perhatian dan pemecahan demi kebaikan untuk diri yang bersangkutan.”
Misalnya, kita perlu membahas kasus Amartiwi, seorang siswa SMA. Berarti pada diri Amartiwi ada sesuatu masalah yang perlu ditangani untuk kepentingan Amartiwi itu sendiri. Kasus Amartiwi itu misalnya menyangkut nilai-nilai raportnya merosot, kurang menaruh minat pada jurusan yang dimasukinya, kurang menyenangi salah seorang teman, cinta bertepuk sebelah tangan, merasa kurang mampu meraih cita-cita dan lain-lain.
Apabila kasus itu tidak segera ditangani dikhawatirkan Amartiwi akan semakin dirugikan bahwa masalah yang ada didalamnya menjadi semakin parah. Kasus Amartiwi tidak ada kaitannya dengan urusan kriminal ataupun perdata, tidak perlu disangkutpautkan dengan polisi atau petugas hukum dan pihak-pihak yang berwajib.
Kasus Amartiwi perlu ditangani dengan secara langsung melibatkan Amartiwi sendiri dan orang-orang lain yang tepat membantu memecahkan masalahnya. Keterlibatan orang-orang lain bukan sebagai saksi (seperti dalam kasus kriminal atau perdata) atau sebagai penjaga (seperti menjaga narapidana) atau sebagai apapun juga yang bertentangan dengan kehendak Amartiwi, melainkan sebagai seorang yang bermanfaat, baik langsung ataupun tidak langsung dalam membantu Amartiwi. Dengan demikian pemakaian kata “kasus” sepenuhnya menghindarkan pengertian-pengertian yang negatif, mencela atau meremehkan atau mengecilkan hati orang yang bersangkutan, menuduh, menjelek-jelekkan, mempergunjingkan, memper-olokkan, membuka aib orang dan lain-lain.
Pembicaraan tentang kasus yang menyangkut seseorang justru bermaksud hendak memahami permasalahan yang diderita orang sebagaimana adanya untuk dapat dicarikan jalan pemecahannya secara tepat dan berhasil. Jadi tujuannya benar-benar positif ingin membantu seseorang yang sedang menderita kesulitan tertentu agar dapat kembali mencapai keadaan yang menyenangkan dan membahagiakan dalam arti yang sebenarnya.

Studi Kasus (Case Study)
Studi kasus dalam rangka pelayanan bimbingan merupakan metode untuk mempelajari keadaan dan perkembangan seseorang secara lengkap dan mendalam, dengan tujuan memahami seseorang dengan lebih baik, dan membantunya dalam perkembangan selanjutnya.
Studi kasus (case study) berbeda dengan studi riwayat hidup (case history), karena studi riwayat hidup merupakan pengumpulan data tentang riwayat hidup seseorang (siswa) dalam berbagai aspek kehidupannya yang tidak mengandung analisis, interpretasi, rekomendasi dan tindak lanjut. Sedangkan studi kasus mengandung analisis disertai interpretasi dan rekomendasi serta tindak lanjut (follow-up).
Objek studi kasus biasanya dilakukan pada seorang siswa yang menarik perhatian karena mengalami kesulitan dalam belajar atau pergaulan sosial, yang lebih banyak daripada siswa-siswa yang lain atau menunjukkan perilaku sedikit banyak menyimpang, yang membutuhkan pelayanan khusus.
Dalam keadaan tertentu, bila konselor sampai pada kesimpulan bahwa dia tidak berkompeten untuk melayani siswa tersebut, maka studi kasus dapat direkomendasikan agar siswa itu diserahkan kepada ahli lain di luar lingkungan institusi pendidikan (referal).
Data yang diperoleh untuk studi kasus diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan seperti kartu pribadi, wawancara, autobigrafi, data hasil testing, catatan kesehatan, wali kelas, guru-guru, petugas bimbingan yang lain dan orang-orang lain yang sudah lama mengenal siswa.
Pada umumnya data dan informasi yang dibutuhkan dalam studi kasus meliputi: identitas, latar belakang, riwayat pertambahan jasmani, riwayat pendidikan, dan hasil evaluasi belajar, data hasil tentang testing, minat, rencana masa depan, jaringan pergaulan dan data lain berkaitan dengan kesulitan yang tampak sekarang ini.
Setelah data  yang relevan dan signifikan terkumpul, konselor memilih satu dari ringkasan dari riwayat hidup, menghubungkan data yang satu dengan yang lain untuk menemukan asal-usul permasalahan yang muncul pada saat sekarang, merumuskan interpretasi  berdasarkan pertimbangan professional, dan memberikan rekomendasi tentang tindak lanjut. Laporan studi kasus harus disusun secara sistematis, ditulis dengan jelas, bersifat komprehensif dan bebas dari subyektivitas yang tidak wajar.


Konferensi Kasus (Case Conference)

Konferensi kasus (case conference) merupakan pertemuan untuk diskusi bersama antara tenaga bimbingan, guru, serta wali kelas, tentang seorang siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Yang memimpin pertemuan adalah koordinator bimbingan atau seorang konselor yang diberi tanggung jawab khusus terhadap kasus siswa, yang berpartisipasi adalah tenaga-tenaga kependidikan yang rela ikut mengumpulkan data dan membahas bersama apa yang dapat diusahakan untuk membantu siswa dari perkembangannya yang lebih sehat.
Konferensi kasus dapat diadakan lepas dari studi kasus yang ditangani oleh seorang konselor, sehingga merupakan suatu studi kasus bersama. Dapat juga dalam rangka studi kasus yang pada dasarnya ditangani oleh satu orang, tetapi pada saat-saat tertentu dimata pandangan rekan-rekan tenaga kependidikan, khususnya yang menyangkut interpretasi data dan rekomendasi tentang tindak lanjut.
Konferensi kasus sangat bermanfaat bagi tenaga-tenaga kependidikan, karena mereka berkesempatan bertukar pikir saja lebih memahami sudut pandangan seorang tenaga pengajar dan pandangan seorang tenaga bimbingan. Namun data rahasia pribadi yang dipercayakan kepada konselor dalam rangka wawancara konseling, bukan materi untuk dibahas dalam konferensi kasus.
Dalam pemberian bimbingan dikenal adanya langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Langkah identifikasi kasus
b.      Langkah diagnosa
c.       Langkah prognosa
d.      Langkah terapi
e.       Langkah evaluasi dan follow-up
Setelah mempelajari dan memahami pengertian kasus beserta langkah-langkah dalam melakukan bimbingan terhadap si kasus, maka peserta didik diminta untuk menerapkan dan memberi/membuat laporan mengenai apa yang telah di pelajari.

Laporan Kasus 1.
Keluarga bersifat unik dan dinamis. Ada beda sikap dan  perilaku anggotanya dengan dunia luar. Dirumah anak manis di jalanan tawuran. Di rumah penyabar di luar justru emosional. Di luar orang pelit di rumah jadi dermawan. Bahkan pencuri sekalipun tidak akan mencuri barang kesanyangan anak-istrinya. Di bilang dinamis, kita melihat seringnya terjadi perubahan yang cepat: hari ini berantem besok sudah ketawa bersama.
Keluarga yang mampu mengatasi problem demi problem inilah yang disebut dengan keluarga sehat, atau kuat. Artinya, keluarga sehat adalah keluaga yang mampu mengatasi kekurangan atau problem mereka secara bersama-sama melakukan peruahan dan menghasilkan perbaikan. Keluarga sehat tidak mudah terpengaruh dengan gangguan ataupun problem keluarga seperti inilah yang akan berhasil dan kelanggengannya dapat dipertahankan.
Dunia wanita kini sudah berubah dan bergeser, bahkan banyak diantara wanita sudah menapak kedunia karier dan memegang jabatan penting serta menjadi pengambil keputusan yang strategis. Hal ini dikarenakan besarnya kesempatan kerja bagi wanita, dan adanya persamaan gender yang selalu digembar-gemborkan, sehingga wanita selalu termotivasi untuk menjadi wanita karier. Namun, hal tersebut melahirkan konflik terutama dalam rumah tangga.
Sukses karier dan rumah tangga adalah harapan yang didambakan setiap wanita, namun persoalan tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam menjalankan peran ganda. Sebagai pekerja sekaligus sebagai ibu rumah tangga. Untuk suksesnya peran ganda wanita karier tersebut, maka diperlukan dukungan dari pihak lain, khususnya sang suami, sangat menentukan. Karena itu, kesuksesan dari wanita karier juga diwarnai oleh sang suami masing-masing.
Meskipun peran ganda ini dianggap sebagai tantangan yang bisa disandang oleh setiap wanita karier, namun tidak sedikit yang justru dihadapkan kepada suatu pilihan. Sukses sebagai wanita karier atau sukses sebagai ibu rumah tangga. Karena mereka tidak mungkin berada di dua tempat dalam waktu yang sama, mereka tidak mungkin melaksanakan dua tugas yang berbeda dengan satu perhatian. Sehingga tak jarang, salah satu diantara dua peran tersebut akan dihadapkan kepada prioritas kedua tidak memuaskan.
Menurut novelis Motinggo Busye (dalam rachman, 2007), pilihan terbaik bagi seorang wanita adalah fungsi sebagai ibu rumah tangga. Ia bahkan menguatkan pendapatnya itu dengan mengutip salah satu bagian sabda Rasullah “Wanita yang paling terhormat disisi Allah, adalah mereka yang taat pada suaminya dan selalu berada dalam batas rumah tangganya.” Ir Tiena Gustinar Amran, mendukung pendapat itu “Tidak ada pilihan lain bagi wanita, kehadiran mereka dirumah, paling penting diatas segala-galanya. Ini sesuai dengan fitrah laki-laki dan perempuan.” ujarnya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai keluarga sehat itu harus memenuhi kriteria. Pertama, memiliki apresiasi antar anggota. Kedua, Menyediakan waktu untuk bersama anak. Ketiga, Memiliki kemampuan komunikasi yang efektif. Keempat, Kokoh dalam memegang komitmen. Kelima, Takut pada ajaran agama, dan. Keenam, Kemampuan melihat nilai positif dalam menghadapi krisis. Serta apabila wanita dihadapkan antara pilihan dan rumah tangga, ia harus mendahulukan rumah tangganya.
Berlatarbelakangkan permasalahan tersebut, penulis ingin menuangkannya dalam bentuk penulisan makalah ini yang di dalamnya berisi sebuah kasus pada rumah tangga yang berkenaan dengan penjelasan pada latar belakang tersebut. Adapun judul dari makalah ini yaitu “Pilihan Antara Karier dan Rumah Tangga.”
…………………….

Laporan Kasus II

Kasus Yusuf ini dapat dikategorikan kedalam kasus anak yang kurang motivasi belajar.
Gejala pada awal yang kurang motif belajar yaitu:
a.       Kelesuan dan ketidak berdayaan: malas, segan, kurang konsentrasi, acuh tak acuh, apatis, sikap jasmani kurang baik, mudah lupa, pusing-pusing, mual, mengantuk.
b.      Penghindaran atau pelarian diri: absent dari sekolah, suka bolos, datang terlambat, tidak mengikuti pelajaran tertentu, tidak mengerjakan tugas, tidak mencatat pelajaran.
c.       Penentangan: kenakalan, suka mengganggu atau merusak, tidak menyukai pelajaran atau kegiatan tertentu, mengkritik, berdalih.
d.      Mencari kompensasi: mencari kesibukan lain diluar pelajaran, mengerjakan tugas lain pada waktu belajar, mendahulukan pekerjaan yang tidak penting.
Untuk mengetahui kesulitan Yusuf di samping hasil pengamatan terhadap gejala-gejala yang ditampilkan, melihat catatan pribadi serta raport.
..................

Bonus ”Pengembangan Profesi BK dan Trauma yang berbentuk kecemasan terhadap kegagalan dalam perkuliahan.”
           
Untuk mendapatkan file lengkapnya (2 versi laporan kasus beserta uraian langkah bimbingannya ±28 lembar/halaman + bonus ±10 lembar/ halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:


Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!