Cari Blog Ini

Sabtu, 07 Mei 2011

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan Kognitif, Perkembangan Psikososial) – Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi (lahir – usia 4 th) yang ditandai  dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan – perubahan yang lain.
1.      Perkembangan Fisik
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.
2.      Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.
3.      Perkembangan Kognitif
Dalam keadaan normal, pada periode ini pikiran anak berkembang secara berangsur – angsur. Jika pada periode sebelumnya, daya pikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris, maka pada periode ini daya pikir anak sudah berkembang ke arah yang lebih konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga anak benar-benar berada pada stadium belajar.
4.      Perkembangan Psikosial
Pada tahap ini, anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan  yang dapat membuahkan hasil, sehingga dunia psikosial anak menjadi semakin kompleks. Anak sudah siap untuk meninggalkan rumah dan orang tuanya dalam waktu terbatas, yaitu pada saat anak berada di sekolah. Melalui proses pendidikan ini, anak belajar untuk bersaing (kompetitif), kooperatif dengan orang lain, saling memberi dan menerima, setia kawan dan belajar peraturan – peraturan yang berlaku. Dalam hal ini proses sosialisasi banyak terpengaruh oleh guru dan teman sebaya. Identifikasi bukan lagi terhadap orang tua, melainkan terhadap guru. Selain itu, anak tidak lagi bersifat egosentris, ia telah mempunyai jiwa kompetitif sehingga dapat memilah apa yang baik bagi dirinya, mampu memecahkan masalahnya sendiri dan mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik perhatiannya.

Berdasarkan uraian diatas, timbul beberapa pertanyaan yang jawabannya akan memberikan ulasan lebih dalam mengenai perkembangan anak. Beberapa pertanyaan yang diajukan yaitu:
1.      Uraikanlah dari 10 aspek perkembangan, dimulai dari pengertian, faktor, teori, permasalahan, aplikasinya dalam pembelajaran!
2.      Hakekat perkembangan dan pertumbuhan pada anak usia dini (AUD)?
3.      Tugas-tugas perkembangan anak usia dini (AUD)?
4.      Upaya mengoptimalkan perkembangan anak usia dini (AUD)?
Dalam pembahasan kali ini, kesemua pertanyaan yang diajukan tersebut diatas akan diuraikan berdasarkan literatur-literatur tentang psikologi perkembangan.
.........................

DAFTAR PUSTAKA

                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±72 lembar/halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:


Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

MAKALAH PENERAPAN KAIDAH BACAAN


 (BAHASA INDONESIA)
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dalam waktu yang direncanakan. Makalah ini berjudul “Penerapan Kaidah Bacaan.”
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari pihak-pihak secara langsung maupun tidak langsung selama mengikuti perkuliahan di Program Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas XXX, maka makalah ini tidak terwujud sebagaimana mestinya. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritikan dan saran dari semua pihak. Akhirnya penulis berharap semoga Proposal ini ada manfaatnya dalam mencapai tujuan yang diharapkan.


XXX,     April 2011
Penulis



A.     PENDAHULUAN
Dalam pemahaman umum, bahasa Indonesia sudah diketahui sebagai alat berkomunikasi. Setiap situasi memungkinkan seseorang memilih variasi bahasa yang akan digunakannya. Berbagai faktor turut menentukan pemilihan tersebut, seperti penulis, pembaca, pokok pembicaraan, dan sarana.
Dalam situasi resmi, Misalnya, dalam kegiatan ilmiah, sudah sepantasnya digunakan bahasa Indonesia ragam baku. Salah satu ciri ragam bahasa ilmiah ialah benar (Nazar, 2004:101; bandingkan pula Djajasudarma, 1999:128 dalam Sobarna, 2009:1). Pemahaman benar yaitu menyang-kut kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia baku. Ragam bahasa baku dipahami sebagai ragam bahasa yang dipandang sebagai ukuran yang pantas dijadikan standar dan memenuhi syarat sebagai ragam bahasa orang yang berpendidikan. Kaidah yang menyertai ragam baku mantap, tetapi tidak kaku, cukup luwes sehingga memungkinkan perubahan yang bersistem dan teratur di berbagai bidang. Hal ini tentu saja dalam kerangka bahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik dalam pemahaman sesuai dengan situasi dan benar dalam pemahaman sesuai dengan kaidah tata bahasa (Sugihastuti, 2003:9 dalam Sobarna, 2009:1).
..............

B.     PENGERTIAN EJAAN
Ejaan adalah keseluruhan peraaturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana antarhubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa). Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
…….

C.     DARI EJAAN VAN OPHUISEN HINGGA EYD
  1. Ejaan van Ophuijsen
…………
  1. Ejaan Soewandi
………
  1. Ejaan Melindo
…….
  1. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
………
Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah sebagai berikut.
a.       Perubahan Huruf
b.      Huruf-huruf dibawah ini, yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing, diresmikan pemakaiannya. ........
c.       Huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai. ........
d.      Dsb ......
Ejaan ini berbicara tentang (1) pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur-unsur serapan, dan (5) pemakaian tanda baca.
a.       Pemakaian Huruf
.........
b.      Penulisan huruf
...........
c.       Penulisan kata
............
d.      Penulisan unsur-unsur serapan
..........
e.       Pemakaian tanda baca
..............

DAFTAR PUSTAKA
                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±23 lembar/halaman (word) + 35 Slide yang berbentuk persentasi (powerpoint)), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:


Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

HASIL INSTRUMEN SOSIOMETRI DAN SOSIOGRAM


 INSTRUMENTASI DALAM KONSELING NON-TES

Menurut Nurkancana, dkk (1983) dalam Nelyahardi (2008:3) sosiometri merupakan salah satu alat pengumpulan dat yang pertama kali dikembangkan oleh Moreno dan Jennins. Sedangkan menurut Drever (1989) sosiometri merupakan studi tentang hubungan timbal balik yang dinamis dari pada individu dalam sebuah kelompok sosial.
Perlunya teknik ini dalam kegiatan program BK didasarkan pada suatu anggapan bahwa kelompok mempunyai struktur hubungan interpersonal yang komplek, dan hubungan ini dapat digambarkan lewat Sosiogram akan dapat mengetahui secara umum ukuran berteman atau ukuran hubungan sosial seseorang dalam kelompoknya.
Bentuk-bentuk hubungan sosial itu dapat digambarkan atau dinyatakan melalui 3 hal yaitu sebagai berikut:
1.      FREKWENSI, mengambarkan sering atau tidaknya seseorang bergaul dengan orang lain.
2.      INTENSITAS, mengambarkan dangkal atau dalamnya hubungan sosial seseorang bergaul dengan orang lain.
3.      POPULARITAS, mengambarkan banyak sedikitnya teman bergaul seseorang.
Menurut Drever (1983) dalam Nelyahardi (2008:4), Sosiogram adalah penyajian garfik dari hubungan antar perorangan dalam suatu kelompok sosial. Sosigram disusun berdasarkan data tentang hubungan seseornag yang telah disusun dalam bentuk TABEL MATRIK SOSIOMETRI. Dari hasil sosiometri ini akan muncullah macam-macam bentuk KONFIGURASI HUBUNGAN SOSIAL  sekelompok individu, antara lain:.....

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN (Hasil sosiometri dan sosigram, serta nama kelompok dan leger nilai)
                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±12 lembar/halaman + Daftar nama dan Leger nilainya), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:


Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

LAPORAN DAN SKENARIO KONSELING ISLAMI


BIMBINGAN KONSELING DIPERLUAS


1.      Pengertian
Konseling ini merupakan konseling yang merujuk pada bentuk konseling islami, yaitu konseling yang berlandaskan ajaran islam, mengunakan dalil-dalil Al-Hadist dan Surah Al-Quran dengan tujuan membantu individu yang memiliki permasalahan dalam kehidupannya untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut, sehingga mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

2.      Dalil Nakli yang Mendasari
........
3.      Objek dan Sabjek Konseling
..........
4.      Permasalahan yang di Angkat
……..
5.      Materi Pelaksanaan Konseling
………..
6.      Evaluasi dan Follow-Up
………….
LAMPIRAN (skenario konseling islaminya)

                       
Untuk mendapatkan file lengkapnya (±12 lembar/halaman + laporan konseling di Lembaga Kerja dan skenario konseling islami versi lainnya), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:

Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

MEMBANGUN DAN MEMBINA KELUARGA SEJAHTERA


PENDIDIKAN KELUARGA BAGI ANAK SD


A.     MASA PENCARIAN PASANGAN HIDUP
Mendapatkan pasangan hidup yang terbaik, tentu menjadi harapan setiap manusia. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi saw, ada empat faktor yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih pasangan (1) harta, (2) keturunan, (3) kecantikan (rupawan), dan (4) agama (kesalehan). Kriteria ini secara keseluruhan telah mencukupi bagi seseorang dalam mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa arrahmah.Akan tetapi, kendalanya, mendapatkan keempat kriteria tersebut pada calon pasangan kita tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, bisa dikatakan, orang yang memenuhi keempat kriteria ini jumlahnya sangat sedikit. Selain itu, interpretasi terhadap harta, kecantikan, keturunan, dan agama (kesalehan) itu sendiri memiliki banyak hal.Akan hal itu, Rasulullah tidak hanya menentukan kriteria calon pasangan ideal, tapi juga memberikan banyak pengecualian dan himbauan dari keempat kriteria tersebut. Di antaranya, agar kita mengutamakan agamanya dan jangan sampai terkecoh karena kecantikan dan hartanya.Selain itu, interpretasi terhadap harta tidak melulu hanya soal harta yang banyak atau kaya raya, kecantikan tidak harus seperti model, keturunan tidak melulu karena keturunan bangsawan, dan din (agama) tidak sebatas definisi umum.
………….
Melalui shalat istikharah, kita akan mampu mengurai matematika jodoh atas pertolongan dan kehendak Allah. Sebab, memilih jodoh ideal itu lebih rumit daripada memilih sekolahan. Kerumitan ini bisa diakibatkan oleh faktor pendidikan, idealisme, keluarga, kepribadian, karakter, rasa was-was yang terkadang muncul, atau banyak hal lainnya.Di dalam buku “Istikharah Cinta –Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal” karya M. Shodiq Mustika, dkk yang diterbitkan QultumMedia ini, mengungkapkan banyak hal tentang pembahasan di atas. Yakni mengupas segala permasalahan jodoh untuk mencapai inti pokok, yaitu jodoh ideal.Buku ini adalah kaidah cerdas bagaimana memilih calon pasangan hidup. Kaidah ini di antaranya, terdiri dari interpretasi, studi kasus, mencontoh Rasulullah, perencanaan masa depan, dan sikap. Ada beberapa bentuk cara pencarian jodoh, anatara lain:

  1. Pacaran
Pacaran diartikan sebagai tahap untuk saling mengenal antara seorang pemuda dan pemudi yang saling tertarik dan berniat untuk mengadakan hubungan yang eksklusif (terpisah, sendiri, istimewa). Dengan pengertian itu, berarti pacaran memang diarahkan untuk suatu hubungan yang lebih lanjut, lebih dalam, dan lebih pribadi lagi. Ini tidak boleh diartikan sebagai keharusan untuk melanjutkan. Pacaran dimaksudkan sebagai situasi yang memungkinkan pasangan yang berelasi semakin dekat dan akhirnya menemukan kecocokan satu sama lain untuk melanjutkan hidup bersama dalam suatu hubungan resmi, baik pertunangan maupun perkawinan.
…………..
  1. Perjodohan
Perjodohan adalah salah satu cara yang ditempuh masyarakat dalam menikah. Tak ada ketentuan dalam syariat yang mengharuskan atau sebaliknya melarang perjodohan. Islam hanya menekankan bahwa hendaknya seorang Muslim mencari calon istri yang shalihah dan baik agamanya. Begitu pula sebaliknya.
Pernikahan melalui perjodohan ini sudah ……..
  1. Ta’aruf
Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya.
………
Adapun kriteria pemilihan jodoh yaitu
  1. Ketertarikan antara satu dengan yang lainnya.
  2. Persamaan latar belakang social.
  3. dsb…

B.     PERKAWINAN
  1. Pengertian Perkawinan
Perkawinan atau Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan yang mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik, asuhan keluarga, pergaulan, cara berfikir (mental), pendidikan dan lain hal.
……….
  1. Tujuan Perkawinan
……..
  1. Persiapan Perkawinan
………
  1. Kapankah perkawinan itu?
…………..

C.     KELUARGA (RUMAH TANGGA)
  1. Pengertian Keluarga
Keluarga atau rumah tangga merupakan suatu unit terkecil dari masyarakat. Ini berarti bahwa didalam masyarakat itu banyak terdapat rumah tangga atau kumpulan orang-orang yang sudah membentuk rumah tangga dalam kehidupannya. Apa yang terjadi ini sesuai dengan tabi’at manusia yang menurut Aristoteles disebut “ZOON POLITKON”’ yang artinya manusia adalah mahluk social yang hanya menyukai hidup bergolongan atau sedikitnya mencari teman untuk hidup bersama.
……….
  1. Macam-Macam Keluarga
………….
  1. Tujuan Keluarga
………..
  1. Fungsi Keluarga
………….
  1. Peranan Keluarga
………..
  1. Pola Asuh Dalam Keluarga
…………

D.    KELUARGA SEJAHTERA
  1. Pengertian Keluarga Sejahtera
Keluarga Sejahtera merupakan keuarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yangg syah mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan material yang layak, bertaqwa pd Tuhan YME yang memiliki hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang, antara anggota dan antara keluarga dengan masyarakat dan lingkungan.
  1. Syarat-Syarat Untuk Mencapai Keluarga Sejahtera
............
  1. Ciri-Ciri Keluarga Sejahtera
…………
  1. Nilai-Nilai yang dapat Diberikan Orang Tua kepada Anak
Nilai-nilai personal adalah unsur psikofisik yang didapat anak sebagai turunan dari orang tua dan mengulturisasi dengan lingkungannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam diri anak adalah proses yang berkelanjutan sepanjang hidupnya. Nilai-nilai yang terkulturisasi akan membentuk prinsip-prinsip yang dipegang anak dalam interaksi sbg makhluk sosial dalam masyarakat.
Anak akan mengintimidasikan semua perilaku sari model yang ditampilkan orang tua. Maka peranann orang tua untk menanamkan nilai-nilai kpada anak dapat dilakukan melalui interaksi yang berkesinambungan terhadap bentuk dan pola kehidupan anak (relation).
........

  1. Menjadi Orang Tua yang Baik
Menjadi orang tua yang baik erat kaitannya dengan pola kepemimpinan orang tua. Kepemimpinan orang tua dalm keluarga akan memberikan gambaran keberadaan keluarganya.
…………

  1. Suasana Rumah
……….
  1. Cara Orang Tua Membuat Anak Mandiri Sejak Dini
...........
  1. Ciri-Ciri Orang Tua Sempurna
.............

Untuk mendapatkan file lengkapnya (±15 lembar/halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:



Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!

Jumat, 06 Mei 2011

MAKALAH KASUS DALAM KELUARGA


Bimbingan Terhadap Keluarga yang Menyerahkan Pengasuhan dan Pendidikan Anaknya Pada Pekerja Rumah Tangga (PRT)

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, disertai keteguhan dan kesabaran hati, akhirnya penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan judul ”Bimbingan Terhadap Keluarga yang Menyerahkan Pengasuhan dan Pendidikan Anaknya Pada Pekerja Rumah Tangga (PRT).”
Dalam penulisan makalah ini,  penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari pihak lain tidak mungkin penulis dapat menyelesaikannya. Oleh karena itu, ucapan terima kasih pertama sekali penulis sampaikan kepada  Orang tua kami tercinta yang telah memberi sumbangan moril maupun materil kepada penulis, selanjutnya rekan-rekan satu angkatan yang juga telah ikut berpartisipasi baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Kemudian itu pula, dengan rasa rendah hati penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk perbaikkan dimasa yang akan datang. Walaupun demikian penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.




BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Menyiapkan manusia Indonesia berkualitas merupakan suatu hal yang tidak mudah. Pembentukan manusia dimulai dari masa anak dalam kandungan, yang selanjutnya diikuti oleh perkembangan anak setelah dilahirkan dan tumbuh berkembang menjadi dewasa, oleh karena itu peran keluarga terutama orangtua (ayah dan ibu) mempunyai arti yang sangat penting terutama dalam pendidikan anak.
Setiap orangtua mempunyai keinginan dan tujuan demi keberhasilan anaknya pada masa yang akan datang. Dalam hal ini partisipasi orangtua sangat diperlukan dalam menunjang kemajuan dan pendidikan. Seperti dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1999 tentang GBHN menyatakan bahwa, pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Menjadi wanita karier nampaknya semakin disukai wanita. Banyak wanita sekarang yang menjadi pekerja profesional di luar rumah, layaknya pria. Jumlah wanita karier ini akan semakin bertambah di masa depan. Bahkan menurut   Tofler (1995, dalam Sutja, 2005) menjalani pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga  telah menjadi momok yang menakutkan bagi wanita sendiri.
Dengan semakin banyaknya wanita menjadi wanita karier,  maka sudah barang tentu akan menghadapkan wanita tersebut ke dalam peran ganda. Sebagai ibu sekaligus sebagai pekerja. Persoalan ini tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi para suami serta anak-anaknya. Misalnya persoalan pasangan, hubungan suami isteri, melahirkan anak, pengasuhan anak,  sampai  perpisahan tempat tugas.
Berbagai dampak tersebut mulai dirasakan,  setidaknya ditemukan ada gejala  bahwa dampak positif  yang dirasakan adalah dari sudut kesetaraan hubungan  dan  keberhasilan  memenuhi kebutuhan ekonomis  keluarga. Namun juga ditemukan gejala yang diindikasikan sebagai dampak negatif, terutama menyangkut pendidikan anak, kelanggengan perkawinan, serta pelanggaran hubungan seksual.  Dalam pendidikan misalnya, kekurangan waktu mereka mendidik anak seringkali menyebabkan anak menjadi banyak kehilangan kasih sayang seperti bermain di luar rumah,  terlibat gang, tawuran, serta mudahnya anak-anak  terbawa arus pergaulan bebas serta penyalahgunaan obat-obatan.
Dengan keadaan demikian, maka bimbingan sangat diperlukan terhadap keluarga yang sibuk akan karier agar tercapainya kesuksesan karir dan rumah tangga.
Bimbingan diartikan sebagai suatu proses bantuan kepada individu atau sekelompok individu dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidupnya, membuat pilihan-pilihan yang bijaksana dan memikul kehidupannya sekarang maupun yang akan datang baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat sehingga tercapai kehidupan bahagia lahir batin.
Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk menuangkannya di dalam makalah yang berjudul: “Bimbingan Terhadap Keluarga yang Menyerahkan Pengasuhan dan Pendidikan Anaknya Pada Pekerja Rumah Tangga (PRT).”

B.     TUJUAN PENULISAN
C.    MANFAAT PENULISAN
BAB II
TINJAUAN KEPUSTAKAAN

A.    KELUARGA
1.      Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
…….
2.      Peranan Keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
……..
3.      Tugas Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut: …..
4.      Fungsi Keluarga
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah : …….

B.     KARIER IBU DAN PENGASUHAN ANAK
Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
Namun pada saat ini, ibu tidak lagi hanya sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarga, melainkan benar-benar sebagai pencari nafkah selain ayah.
Sutja (2005) dalam tulisannya mengenai dampak wanita karier terhadap pendidikan anak, menuliskan bahwa menjadi wanita karier nampaknya semakin disukai wanita. Banyak wanita sekarang yang menjadi pekerja profesional di luar rumah, layaknya pria. Jumlah wanita karier ini akan semakin bertambah di masa depan. Bahkan menurut   Tofler (1995) menjalani pekerjaan tradisional sebagai ibu rumah tangga  telah menjadi momok yang menakutkan bagi wanita sendiri.
…………

C.    BIMBINGAN
1.     

 
Pengertian Bimbingan
Untuk Mendefinisikan  arti  bimbingan (dalam Wiji, IKIP Semarang, 1999) telah   banyak  para  ahli   yang berpendapat, antara lain: …..
  1. Langkah-Langkah Dalam Bimbingan
Dalam pemberian bimbingan (Tumewa Pangaribuan, Diktat kuliah Studi Kasus survey BK, 2009) dikenal adanya langkah-langkah sebagai berikut:….

BAB III
PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN

A.    IDENTIFIKASI (DESKRIPSI KASUS)
Keluarga Pak Budi memiliki dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Pak budi dan istrinya ibu rini bekerja di perusahaan yang berbeda. Keduanya bekerja setiap hari, bahkan terkadang pada hari libur seperti minggu, mereka juga sibuk dengan urusan pekerjaan. Pergi pagi dan pulangnya pada malam hari. Kebersamaan di rumah sangat sedikit waktunya.
Dengan aktivitas karier tersebut, memaksa mereka untuk memperkerjakan seorang pekerja rumah tangga (PRT) atau pengasuh untuk mengasuh anak-anak mereka. Anak yang pertama adalah laki-laki bernama Dubi, berusia 8 tahun duduk di bangku kelas 3 di sebuah sekolah dasar swasta. Sedangkan yang kedua, perempuan bernama Riri berusia 5 tahun yang menjadi anak didik di sebuah Play Group.
……….

B.     DIAGNOSA
Nama kasus: kurangnya perhatian dari orangtua akibat kesibukan orangtua bekerja dan menyerahkan pengasuhan dan pendidikan anak kepada pekerja rumah tangga (PRT).
Gejala anak yang kurang perhatian orangtua antara lain: ……

C.    PROGNOSA
Untuk mengatasi masing-masing kemungkinan kesulitan, teknik-teknik atau cara membantunya adalah sebagai berikut: .....

D.    TERAPI (TREATMENT)
Dalam langkah ini sudah barang tentu  pelaksanaan dari apa-apa yang ditetapkan dalam langkah prognosa membutuhkan waktu yang cukup. Oleh karena, itu perlu diatur langkah yang sistematis agar tercapainya penyelesaian permasalahan yang di hadapi. Langkah-langkah pelaksanaannya sebagai berikut: .....






E.     EVALUASI DAN FOLLOW-UP

 Setelah memberikan terapi selanjutnya dilakukan evaluasi diantaranya dengan .....

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN
Orangtua adalah teladan yang diidentifikasi dan diinternalisasi menjadi peran dan sikap oleh anak. Maka salah satu tugas utama orangtua ialah  mendidik keturunannya. Karena orangtua merupakan pendidik yang paling pertama dan utama bagi anak-anaknya. (Kartini, 1997, dalam Purnawati, 2005).
................
B.     SARAN
Dalam bagian ini, ada beberapa saran yang ingin penulis kemukakan sehubungan permasalahan diatas, antara lain: …..

DAFTAR PUSTAKA

Untuk mendapatkan file lengkapnya (±25 lembar/halaman), PEMINAT dapat melakukan pemesanan dengan donasi (tertera dalam formulir pemesanan) sesuai kantong anak kuliahan (sekedar ucapan terima kasih). Coba aja dulu download petunjuk pemesanannya dibawah ini ya!!!!! Setelah itu, jika tertarik baru lakukan pemesanan


Berikut ini disediakan beberapa makalah/tugas mata kuliah-mata kuliah tertentu:



Selain itu, ada juga Skripsi lengkap dan Proposal-proposal penelitian, serta Laporan Praktek Lapangan baik didalam sekolah maupun diluar sekolah. Mampir dulu ya diblog ini!!!!!